Hubungan Praktik Kedokteran di Indonesia dengan Aswaja dalam Memberi Manfaat Positif

Authors

  • Adi Suciatma¹, Megawati Abubakar², Azura Toli Agasta³*, Farah Fausia4, Faiz Karim Fatkhullah5 Author

Keywords:

Aswaja; etika kedokteran; KODEKI; maslahat; bioetika; Indonesia.

Abstract

Praktik kedokteran di Indonesia berjalan dalam kerangka etik-profesi yang menekankan kemaslahatan pasien, pencegahan mudarat, penghormatan martabat manusia, serta keadilan pelayanan. Di sisi lain, Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai arus pemikiran keagamaan mayoritas di Indonesia (khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama) menekankan nilai tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i‘tidal (adil/lurus), dan tasamuh (toleran). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual dan praktis antara nilai-nilai Aswaja dan praktik kedokteran di Indonesia serta bagaimana keterkaitan tersebut memberi manfaat positif bagi layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen (Kode Etik Kedokteran Indonesia/KODEKI dan rujukan etik-bioetika) serta analisis literatur (nilai Aswaja dan fatwa keagamaan terkait isu medis). Hasil analisis menunjukkan adanya korespondensi kuat antara prinsip etika kedokteran (beneficence, nonmaleficence, autonomy, justice) dengan nilai-nilai Aswaja, terutama pada orientasi kemaslahatan, kehati-hatian terhadap mudarat, keberimbangan pertimbangan ilmiah–moral, serta keadilan dan penghormatan terhadap keragaman pasien. Keterhubungan ini berpotensi memperkuat komunikasi dokter–pasien, meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, dan memperkaya praktik klinis dengan sensitivitas sosial-keagamaan tanpa mengurangi standar ilmiah..

Downloads

Published

2026-02-04